Kamis, 02 Desember 2010

Foto-foto Telanjang "Madam Dewi"

Dewi Sukarno (デヴィ スカルノ Devi Sukaruno), lahir Naoko Nemoto (根本 , Nemoto Naoko, lahir 6 Februari 1940?), Adalah sosialita Jepang dan salah satu istri mantan pemimpin Indonesia Sukarno.


Dewi Sukarno bertemu dengan Sukarno 57 tahun ketika ia berusia 19, ketika presiden saat itu-Indonesia sedang dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang. Sebelum menjadi istri Sukarno, dia adalah seorang mahasiswa seni dan penghibur. Ada gosip tentang dirinya pernah bekerja sebagai geisha, tapi dia telah berulang kali membantah ini. Dia punya satu putri, Kartika, dengan Sukarno. Sukarno digulingkan oleh Jenderal Suharto dalam kudeta tahun 1967, dan meninggal tiga tahun kemudian.

Dewi Sukarno, yang pindah ke Eropa setelah pemecatan Sukarno, telah tinggal di berbagai negara, termasuk Swiss, Prancis, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2008 dia berada di Shibuya, Tokyo, Jepang, di mana dia tinggal di asrama, luas lantai empat, memorabilia-diisi.

Dewi Sukarno dikenal karena kepribadian vokal nya. Dia sering disebut sebagai Dewi Fujin (デヴィ 夫人 Devi Fujin, harfiah "Ibu Dewi" atau "Madame Dewi"). Nama lengkapnya adalah Ratna Sari Dewi Soekarno (ラトナ サリ デヴィ スカルノ Ratona Sari Devi Sukaruno), tapi dia sering disebut hanya sebagai "Madame Dewi". Dia membuat penampilan di media berita setelah kematian Januari 2008 pengganti suaminya Soeharto, menyalahkan dia untuk melembagakan rezim represif dan mempersamakan dia untuk lalim Pol Pot Kamboja. Pada tahun 2008 Dewi Soekarno menjalankan perhiasan sendiri dan bisnis kosmetik, dan aktif dalam penggalangan dana amal. Dia membuat kadang-kadang tampil di acara TV Jepang, dan telah menjabat sebagai hakim untuk kontes kecantikan, seperti kontes Miss Internasional 2005 yang diselenggarakan di Tokyo.



Pada bulan Januari 1992, Dewi menjadi terlibat dalam banyak perkelahian-dipublikasikan dalam sebuah pesta di Aspen, Colorado, Amerika Serikat dengan sesama sosialita internasional dan ahli waris Minnie Osmena, putri mantan presiden Filipina. Ketegangan sudah ada antara dua, dimulai dengan pertukaran di pihak lain beberapa bulan sebelumnya, dimana Dewi terdengar tertawa ketika Osmena menyatakan rencana politiknya, di antaranya adalah keinginan untuk menjalankan untuk kantor wakil presiden Filipina. The meludah Aspen, dilaporkan dipicu oleh sindiran dibuat oleh Osmena dengan masa lalu Dewi, memuncak dalam memukul Dewi Osmena di wajah dengan segelas anggur, meninggalkan luka yang membutuhkan jahitan untuk memperbaiki 37. Dewi dipenjara selama 34 hari di Aspen untuk melakukan teratur setelah kejadian.

Dua tahun kemudian, dia berpose untuk buku foto yang diterbitkan dalam dirinya Jepang asli, di mana beberapa gambar menampilkan sebagian telanjang, dan lain-lain menunjukkan apa yang tampak seperti seni tubuh seperti tato. Buku ini, sementara tidak didistribusikan di Indonesia, langsung dilarang, dengan banyak orang Indonesia merasa tersinggung dengan apa yang dianggap menjadi besmirching nama Sukarno dan warisan.






1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...